Normalisasi Database dan Contohnya

Normalisasi Database dan Contohnya - Normalisasi database adalah proses pembentukan struktur database/basis data sehingga menjadi jelas dengan menghilangkan sebagian besar ambiguity pada database tersebut. Adapun tahapan normalisasi adalah mulai dari tahapan 1NF (Tahap yang paling ringan) hingga 5NF (Tahapan yang paling ketat). Namun untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik, biasanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF sudah bisa dikatakan cukup memadai.
Normalisasi Database dan Contohnya
Normalisasi Database dan Contohnya
Pada tahap normalisasi maka akan di kenal relasi, dimana relasi adalah kumpulan atribut yang nilainya :
  1. Semua atribut harus berharga tunggal.
  2. Semua harga pada suatu atribut harus mempunyai tipe yang sama
  3. Semua atribut harus mempunyai nama yang unik
  4. Urutan atribut tidaklah penting
  5. Tidak ada dua baris (tuple) dalam relasi yang isinya identik
  6. Urutan baris (tuple) tidak penting



Sebelum mempelajari lebih jauh mengenai normalisasi database, ada baiknya pembaca mengetahui terlebih dahulu tentang beberapa hal yang tentunya berhubungan erat dengan topik yang diangkat pada artikel ini. Adapun beberapa hal tersebut adalah :
  • Pengertian Database/ Basis Data?
  • Contoh Database?
  • Pengertian Tabel?
  • Contoh Tabel?

Apa itu database? Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa, dicari dan digunakan kembali menggunakan suatu program komputer. 
Contoh Database misalnya database rekam_medis, kepegawaian, absensi_mahasiswa, kependudukan dan lain sebagainya.

Sementara untuk Pengertian Tabel adalah alat yang digunakan untuk menampilkan informasi dalam bentuk matriks, dimana terdapat baris dan kolom. 
Contoh Tabel yaitu tabel dokter, pasien, obat, resep dan lain sebagainya.

Proses dalam melakukan Rancangan Database yakni:
  1. Mengumpulkan kebutuhan user/business
  2. Mengembangkan E-R Model berdasarkan kebutuhan user/business
  3. Konversikan E-R Model ke himpunan relasi (tabel)
  4. Normalisasikan relasi untuk menghilangkan anomali
  5. Implementasikan ke database dengan membuat table untuk setiap relasi yang sudah ternormalisasi

Tujuan dilakukan normalisasi adalah :
  1. Optimalisasi struktur-struktur tabel
  2. Meningkatkan kecepatan
  3. Menghilangkan pemasukan data yang sama
  4. Lebih efisien dalam penggunaan media penyimpanan
  5. Mengurangi redundansi
  6. Menghindari anomaly (insertion anomalies, deletion anomalies, update nomalies).
  7. Integritas data yang ditingkatkan

Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sebagai berikut :
  1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
  2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
  3. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF). Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).

Kembali ke topik bahasan utama, adapun Normalisasi Database beserta Contohnya adalah sebagai berikut :

Terdapat sebuah kasus yaitu mengenai database faktur_barang. Dimana tabel faktur dibawah ini merupakan tabel yang belum dinormalkan, atau masih dalam bentuk 1NF.

Database faktur_barang
NoFakur
TglFaktur Suplier Alamat KdBrg NamaBrg Harga JmlBrg
F001 12/12/2007 Sampurna Jl. A Yani 001, 002 Pensil, Penghapus 500, 1000 100, 50
F002 12/12/2007 Permata Jl. Gajah Mada 004, 001 Karton, Pensile 1200, 500 150, 70

Contoh Normalisasinya :

Tabel Suplier
IdSuplier (Primary Key) Suplier Alamat
S001 Sampurna Jl. A Yani
S002 Permata Jl. Gajah Mada


Tabel Barang
KdBrg(Primary Key) NamaBrg Harga
001 Pensil 500
002 Penghapus 1000
004 Karton 1200

Tabel Faktur
NoFaktur TglFaktur IdSuplier KdBrg JmlBrg
F001 12/12/2007 S001 001 100
F001 12/12/2007 S001 002 50
F002 12/12/2007 S002 004 150
F002 12/12/2007 S002 001 70


Kesimpulan
Normalisasi tabel sangat perlu dilakukan agar memudahkan dalam mengakses hingga mengolah data secara eksplisit. Misalnya ketika user ingin mengubah data tertentu, maka user hanya perlu masuk kedalam tabel tujuan kemudian melakukan perubahan data pada tabel tersebut. Metode ini sangat penting mengingat user tidak perlu melakukan perubahan data satu-persatu pada tabel yang lengkap/inti.
Kemudian normalisasi bertujuan agar space storage menjadi lebih efisien dan mengindari terjadinya duplikasi saat penginputan data. 

Related Posts

Normalisasi Database dan Contohnya
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

4 komentar

Tulis komentar
avatar
June 10, 2017 at 12:44 PM

ngebantu banget nih cara nyusun database yang baik. mantap infonya, thanks gan, lanjutkan.

Reply
avatar
June 11, 2017 at 7:02 AM

Waduh... wkwkwkwk baca lagi om

Reply
avatar
June 11, 2017 at 7:02 AM

Sama-sama gan. kembali lagi lain waktu yah hehe

Reply

Silahkan Tinggalkan Kritik dan Saran yang membangun dari Anda
1. Berkomentarlah yang baik dan sopan
2. Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
3. Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
4. Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>