Pengertian dan Pembuatan Jaringan Komputer Peer to Peer

LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER, LAN CABLING
DAN PEMBUATAN JARINGAN PEER TO PEER

NIM : 3201516031
Kelas : 4. B

Program Studi Teknik Informatika
Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Pontianak
Tahun 2017



Tujuan Praktikum
  1. Mahasiswa mengetahui dan mampu menghubungan jaringan komputer peer to peer.
  2. Mahasiswa mampu berbagi pakai sumberdaya (resource) dalam jaringan komputer peer to peer.

Dasar Teori
Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer, printer/scanner atau perangkat jaringan yang terhubung di dalam suatu kesatuan. Data yang terdapat di dalam jaringan dapat saling di tukar antar komputer satu dan lainnya (sharing data), kemudian berbagi pakai printer/scanner yang sama dan dapat menggunakan perangkat keras maupun lunak yang sama pula dalam jaringan. Pada intinya semua perangkat keras yang terhubung di dalam jaringan disebut Node, baik itu komputer server, komputer client, printer/scanner ataupun perangkat jaringan lainnya.
Salah satu model jaringan komputer adalah jaringan Peer to Peer atau disebut dengan nama Peer-to-peer Network, dimana jaringan ini memiliki beberapa komputer yang tidak terlalu banyak serta memiliki satu atau dua buah printer/scanner. Dalam jaringan peer to peer tidak ada komputer yang berperan khusus sebagai server dan client, sebab sistem jaringan ini menganggap semua user memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam penggunaan software, printer, scanner, data informasi dan lain sebagainya. Setiap user juga bertanggung jawab terhadap komputer mereka sendiri, misalnya dalam pengaturan sharing data, mengatur hak akses untuk perizinan akses komputer lain ke data miliknya dan backup data pribadi.

Dibawah ini adalah contoh gambar dari jaringan Peer to Peer
Pengertian dan Pembuatan Jaringan Komputer Peer to Peer
Pengertian dan Pembuatan Jaringan Komputer Peer to Peer


Kelebihan Jaringan peer to peer :
  • Tidak memerlukan spesifikasi komputer yang tinggi sehingga tidak membutuhkan biaya yang besar.
  • Tidak memerlukan server baik software maupun sistem operasinya.
  • Tidak memerlukan administrator yang profesional untuk merawat jaringan tersebut.
  • Hak akses dan kedudukan dari masing-masing komputer adalah sama dalam jaringan ini, sehingga apabila terjadi gangguan pada salah satu komputer maka tidak mengganggu kinerja jaringan dan komputer lainnya.



Kekurangan dari jaringan peer to peer :
  • Sistem pengadministrasian yang tidak tekontrol sehingga jaringan ini tidak cocok untuk digunakan pada skala besar.
  • Semua mesin yang berbagi resource tidak akan mempengaruhi performa.
  • Perlu pelatihan kepada user untuk menjalankan tugas administrative.
  • Keamanan jaringan ini sangat rentan terhadap serangan dari luar, tergantung dari masing-masing user komputer dalam mengatur keamanannya.

Peralatan yang Digunakan :

  • Kabel UTP (Straight & Cross Connection)
  • Komputer/Laptop
  • Switch/Hub

Langkah Kerja :

  • Membuat Jaringan Point to Point
  1. Berbeda dengan Peer to Peer, Point to Point merupakan versi jaringan yang lebih simpel yaitu model jaringan yang hanya menggunakan dua buah PC untuk melakukan sharing data.
  2. Langkah pertama yang dilakukan untuk membuat jaringan Point to point adalah menghubungkan dua buah komputer secara langsung menggunakan kabel Crossover.
  3. Setelah itu atur IP Address seperti langkah dibawah ini.

  • Atur Alamat Komputer/Laptop (IP Address) dengan mengubah setting adapter seperti langkah berikut :
  1. Pilih Control Panel.
  2. Pilih Network and Internet. 
  3. Pilih Network Connection, kemudian klik Network and sharing Center.
  4. Selanjutnya klik change adapter setting.
  5. Klik kanan Local Area Network jika menggunakan Windows 7, namun jika menggunakan Windows 8 atau diatasnya maka klik kanan Ethernet.
  6. Pilih Properties, Klik Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), Klik button Properties.
  7. Masukkan IP Address, misalnya 192.168.0.1 dan Subnet mask 255.255.255.0, klik OK.

  • Lakukan proses handshake dengan perintah “Ping”
  1. Buka Command Prompt lalu ketik “Ping 127.0.0.1 -t” tanpa tanda petik untuk LoopBack.
  2. Ping juga ke tiap-tiap komputer dengan mengetik “ip Address” pada masing-masing komputer.

  • Membuat Jaringan Peer to Peer Seperti Gambar diatas
  1. Pada praktikum kali ini, saya menggunakan Switch CISCO SF90-24 24-Port 10/100 agar ke 4 PC dapat terhubung. Topologi yang digunakan adalah Topologi Star.
    Pada teori yang telah berkembang, dahulu penggunaan hub/switch mengharuskan tiap-tiap PC menggunakan kabel Straight sebagai media penghubungnya. Namun pada praktikum kali ini, saya mencoba salah satu PC menggunakan kabel Cross.
  2. Berikut percobaan yang saya lakukan untuk menghubungkan ke 4 PC ke Switch seperti pada keterangan dibawah ini :
    - PC 1 (Rangga Saputra) : Menggunakan kabel Straight
    - PC 2 (M. Ibnu Hafizhun) : Menggunakan kabel Straight
    - PC 3 (Ade M. Insan) : Menggunakan kabel Straight
    - PC 4 (Muslimin) : Menggunakan kabel Cross
  3. Atur IP Address tiap-tiap PC dengan mengubah setting adapter seperti pada langkah 4.2. Berikut IP Address tiap-tiap PC :
    - PC 1 : 192.168.0.1
    - PC 2 : 192.168.0.2
    - PC 3 : 192.168.0.3
    - PC 4 : 192.168.0.4
    Kemudian atur Subnet mask ke 4 PC tersebut menjadi : 255.255.255.0
  4. Lakukan proses handshake dengan perintah “Ping” melalui Command Prompt untuk melihat apakah ke 4 PC tersebut telah terhubung atau tidak. Berikut perintah Ping ke 4 PC menggunakan PC 1 (Rangga Saputra).
  5. Buka Command Prompt kemudian ketikkan seperti dibawah ini tanpa tanda petik :
    “Ping 127.0.0.1 -t”, Enter, untuk LoopBack di komputer sendiri
    “Ping 192.168.0.2 -t”, Enter, untuk melihat apakah telah terhubung dengan PC 2
    “Ping 192.168.0.3 -t”, Enter, untuk melihat apakah telah terhubung dengan PC 3
    “Ping 192.168.0.4 -t”, Enter, untuk melihat apakah telah terhubung dengan PC 4
  6. Jika berhasil terhubung maka akan muncul tulisan “Reply from x.x.x.x ...”, namun jika gagal maka akan muncul pesan “Request Timed Out...”, “PING: transmit failed...” dan pesan sejenisnya.

Konfigurasi Network and Sharing Center
  1. Pada dasarnya PC yang telah terhubung kedalam suatu jaringan dapat melakukan sharing data kepada PC yang lainnya. Untuk melakukan sharing data kita harus melakukan beberapa konfigurasi untuk mendapatkan hak akses di dalam sebuah jaringan. 
  2. Langkah pertama yaitu Buka Control Panel, Network and Internet, Network and Sharing Center, atau cara cepatnya dengan klik kanan pada Network Icon di System Tray Windows, Open Network and Sharing Center.
  3. Kemudian ubah opsi sebagai berikut :
    Private
    - Pilih Turn on network discovery
    - Pilih Turn on file and printer sharing
    - Pilih Allow Windows to manage homegroup connections
    Guest or Publick (current profile)
    - Pilih Turn on network discovery
    - Pilih Turn on file and printer sharing
    All Network
    - Pilih Turn on sharing so anyone with network access can read and write files in the Public folders
    - Pilih Use 128-bit encryption to help protect file sharing connections
    - Pilih Turn off password protected sharing
  4. Klik Save Changes

Sharing File, Read and Write File
  1. PC 1 (Rangga Saputra) akan melakukan sharing folder “Music”. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuka direktori folder music di PC saya, klik kanan folder Music, klik Share with, klik Specific people...
  2. Pilih Everyone pada combo box lalu klik Add.
  3. Ubah Permission Level sesuai kebutuhan. Berikut penjelasannya :
    - Read, digunakan agar user lain hanya dapat melihat file tanpa bisa mengedit atau menghapus file.
    - Read/Write, digunakan agar user lain dapat melihat, mengedit dan bahkan menghapus file.
  4. Sebagai contoh saya memilih Read/Write sebagai Permission Levelnya.
  5. Kemudian klik Share, klik Done.

Hasil
Hasil dari praktikum kali ini adalah komputer yang terhubung didalam suatu jaringan dapat melakukan share (mengirim dan menerima, melihat dan mengubah) data antar satu komputer ke komputer yang lainnya.
Penggunaan Topologi Jaringan Star memungkinkan sharing data dapat terus dilakukan walaupun ada PC yang mengalami gangguan atau di putuskan koneksinya.
Untuk melihat hasil dari folder yang telah di share PC 1 (Rangga Saputra), maka berikut langkah-langkah yang harus dilakukan :

  1. Pada PC 2, buka Network, Klik RANGGA-PC dan lihat apakah ada folder Music yang dishare PC 1. Jika ada maka folder sekaligus file yang berada di dalamnya telah berhasil di share.
  2. Buka folder Music tersebut dan PC 2 pun dapat memainkan musiknya.
  3. Tidak hanya PC 1 (Rangga Saputra) yang menggunakan kabel Straight dapat melakukan share data, namun PC 4 (Muslimin) yang menggunakan kabel Cross juga dapat melakukan share data. Berikut screenshot yang diambil dari PC 1 (Rangga Saputra) bahwa PC 4 dapat melakukan share folder “freska” dan PC 1 dapat membukanya.
Jika dahulu jaringan point to point harus menggunakan kabel Cross, maka pada praktikum kali ini saya mencoba menggunakan kabel Straight untuk menghubungkan PC 1 dengan PC 2 yang sama-sama bermerk Asus tipe baru. Sehingga hasil yang didapatkan saat praktikum ini adalah jaringan point to point dengan kabel straight berhasil terhubung. Dibawah ini merupakan screenshot yang diambil dari PC 1 bahwa PC 1 berhasil membuka gambar yang di share:

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Untuk melihat apakah komputer 1 dan lainnya telah terhubung, maka harus dilakukan PING IP Address menggunakan Command Prompt.
  2. Komputer yang telah terhubung didalam suatu jaringan baik Point to point (2 PC) atau Peer to peer (banyak PC) dapat melakukan sharing (mengirim dan menerima, melihat dan mengubah) data.
  3. User diharuskan mengubah pengaturan “Advanced sharing setting” agar dapat melakukan sharing data. Jika belum bisa, maka Turn Off Firewall.
  4. Untuk PC dan Switch dengan tipe yang baru, bahwa penggunaan kabel Cross untuk jaringan Point to point dan Straight untuk Peer to peer tidak berlaku. Hal ini disebabkan karena PC dan Switch model baru memiliki hardware yang lebih canggih.
  5. Penggunaan Topologi Jaringan Start memungkinkan sharing data dapat terus dilakukan walaupun ada PC yang mengalami gangguan atau di putuskan koneksinya.

Related Posts

Pengertian dan Pembuatan Jaringan Komputer Peer to Peer
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

4 komentar

Tulis komentar
avatar
March 15, 2017 at 1:09 PM

Nanti ada updatean tentang topik yang sama

Reply
avatar
May 4, 2017 at 11:17 PM

Saya tertarik dengan judul dan tulisan anda, Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Pengembangan Komputer yang bisa anda kunjungi di Informasi Pengembangan Komputer

Reply

Silahkan Tinggalkan Kritik dan Saran yang membangun dari Anda
1. Berkomentarlah yang baik dan sopan
2. Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
3. Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
4. Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>